Bismillahirrahman Nirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
Dimasa kampanye ini, tidaklah sulit untuk kita melihat, betapa banyaknya orang orang yang membuka aib dari saudaranya sendiri. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya berita berita di media yang mengatakan keburukan keburukan mengenai calon presiden kita. Tahukah kalian sesungguhnya bagi kita yang merasa memiliki agama terkhususnya Agama Islam, pastinya sudah terdapat aturan aturan mengenai membuka aib saudaranya sendiri. Dan telah dijelaskan dalam QS.Al Hujurat : 10.
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10]
Selanjutnya kita dapat melihat dalam sabda Rasulullah disebutkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu yang artinya: "Tahukah kamu apakah ghibah atau menceritakan aib orang lain itu? Maka para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan: Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci? Maka ada sebagian sahabat yang bertanya: Beritahukan kepada kami, bagaimana jika yang saya katakan ada padanya? Beliau nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Jika yang kamu katakan ada padanya, maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak ada padanya apa yang kamu katakan maka kamu telah berdusta padanya (HR Muslim).
Dan seseungguhnya mereka yang membicarakan aib dari saudaranya sendiri maka akan mendapatkan siksa dari Allah SWT yang dijelaskan dalam hadist Rasulullah dimana Rasulullah bersabda: Dari Anas radhiyallahu, ketika aku (Rasulullah) dinaikkan (mi'raj), aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari kuningan, mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri, maka aku (Rasulullah) berkata: Siapa mereka itu, wahai Jibril? Maka Jibril pun menjawab: Mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (membicarakan aib) dan menyentuh kehormatan mereka" (HR Abu Daud).
Dari di atas terdapat kita dapat mengambil pengertian bahwa haram bagi seorang muslim untuk membunuh, memakan harta, atau melecehkan kehormatan muslim lainnya dengan cara yang tidak dibolehkan dalam syariat. Menceritakan aib orang lain adalah termasuk dosa besar dan termasuk maksiat yang paling tersebar dikalangan kaum muslimin. Dan mereka menganggap remeh permasalahan ini sehingga mereka tidak memungkiri perbuatan tersebut jika terjadi dihadapan mereka.
Sekarang setelah mmengetahui hal tersebut, masihkah kalian membuka buka aib saudara kita?
Semoga Allah mengampuni dosa dan perbuatan kita semua.
Aamiin ya Rab.
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
Dimasa kampanye ini, tidaklah sulit untuk kita melihat, betapa banyaknya orang orang yang membuka aib dari saudaranya sendiri. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya berita berita di media yang mengatakan keburukan keburukan mengenai calon presiden kita. Tahukah kalian sesungguhnya bagi kita yang merasa memiliki agama terkhususnya Agama Islam, pastinya sudah terdapat aturan aturan mengenai membuka aib saudaranya sendiri. Dan telah dijelaskan dalam QS.Al Hujurat : 10.
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10]
Selanjutnya kita dapat melihat dalam sabda Rasulullah disebutkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu yang artinya: "Tahukah kamu apakah ghibah atau menceritakan aib orang lain itu? Maka para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan: Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci? Maka ada sebagian sahabat yang bertanya: Beritahukan kepada kami, bagaimana jika yang saya katakan ada padanya? Beliau nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Jika yang kamu katakan ada padanya, maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak ada padanya apa yang kamu katakan maka kamu telah berdusta padanya (HR Muslim).
Dan seseungguhnya mereka yang membicarakan aib dari saudaranya sendiri maka akan mendapatkan siksa dari Allah SWT yang dijelaskan dalam hadist Rasulullah dimana Rasulullah bersabda: Dari Anas radhiyallahu, ketika aku (Rasulullah) dinaikkan (mi'raj), aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari kuningan, mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri, maka aku (Rasulullah) berkata: Siapa mereka itu, wahai Jibril? Maka Jibril pun menjawab: Mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (membicarakan aib) dan menyentuh kehormatan mereka" (HR Abu Daud).
Dari di atas terdapat kita dapat mengambil pengertian bahwa haram bagi seorang muslim untuk membunuh, memakan harta, atau melecehkan kehormatan muslim lainnya dengan cara yang tidak dibolehkan dalam syariat. Menceritakan aib orang lain adalah termasuk dosa besar dan termasuk maksiat yang paling tersebar dikalangan kaum muslimin. Dan mereka menganggap remeh permasalahan ini sehingga mereka tidak memungkiri perbuatan tersebut jika terjadi dihadapan mereka.
Sekarang setelah mmengetahui hal tersebut, masihkah kalian membuka buka aib saudara kita?
Semoga Allah mengampuni dosa dan perbuatan kita semua.
Aamiin ya Rab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar