Selasa, 16 September 2014

Assalamu'alaykum wr wb.
Mohon dibaca ya temen temen...
sedikit berbagi ilmu.
mohon dikoreksi bila ada yang salah. ^_^

Pertambahan umur di mata kita dan di Mata Agama..

Pertambahan umur di mata kita itu merupakan hal yang paling membahagiakan bagi hampir seluruh masyarakat, baik di Indonesia maupun dunia...
Kita bisa melihat hal ini dari banyaknya frekuensi dari perayaan ulang tahun yang dilakukan masyarakat dunia...
Nah seperti yang kita ketahui setiap manusia pastinya akan mati...
Berdasarkan dari bacaan bacaan yang pernah saya baca, seorang manusia di Indonesia itu memiliki harapan hidup sampai 63 tahun...
Nah, kalau melihat hal itu, pertambahan dalam hal umur bisa saja berarti pengurangan...
Dalam hal ini kita membicarakan usia harapan hidup manusia di Indonesia yang terbatas hanya di 63 tahun, berarti setiap pertambahan umur yang terjadi sama dengan pengurangan jatah umur dari manusia tersebut...
Nah sekarang dengan umur yang hanya dibatasi hingga 63 tahun apa yang kita perbuat?

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yg beriman dan beramal shaleh dan saling menasehati dgn kebaikan dan saling menasehati dgn kesabaran.” 
(QS. Al ‘Ashr).

Dari ayat tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa manusia itu sangatlah merugi apabila mereka melalaikan waktu dengan tidak melakukan perbuatan baik dan tidak mengingatkan kepada sesamanya...
Nah, oleh sebab itu, masihkah kita menyia nyiakan waktu kita yang sedikit itu untuk berbuat hal yang tidak memiliki nilai ibadah? apakah kita masih menggunakan waktu kita hanya untuk bersenang senang??

”Allah-lah yang telah menciptakan kamu, kemudian ia mewafatkan kamu. Diantara kamu ada yang di panjangkan umur nya sampai tua bangka , sehingga menjadi tak tahu apa-apa sesudah dia mengetahui segala-galanya .sesungguh nya Allah Maha Mengetahui dan Kuasa .”
(QS. an-Nahl 70)

Nah jika kita lihat dari ayat tersebut, kita bisa mengetahui bahwa kematian manusia itu tidaklah bisa di prediksi, bisa saja kita hidup sampai lebih dari 63 tahun, bisa saja kita hidup kurang dari 63 tahun...
Nah, sekarang pertanyaannya, apa yang sudah kita persiapkan untuk kematian tersebut?? masihkan kita menyia-nyiakan umur kita yang hanya sedikit itu untuk hal hal yang tidak bermanfaat? 
Semoga Allah membukakan pintu hati kita untuk tak menyia-nyiakan umur kita. Aamiin.

Wassalamu'alaykum wr wb. 

Minggu, 08 Juni 2014

Bismillahirrahman Nirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh.

Dimasa kampanye ini, tidaklah sulit untuk kita melihat, betapa banyaknya orang orang yang membuka aib dari saudaranya sendiri. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya berita berita di media yang mengatakan keburukan keburukan mengenai calon presiden kita. Tahukah kalian sesungguhnya bagi kita yang merasa memiliki agama terkhususnya Agama Islam, pastinya sudah terdapat aturan aturan mengenai membuka aib saudaranya sendiri. Dan telah dijelaskan dalam QS.Al Hujurat : 10.

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10]

Selanjutnya kita dapat melihat dalam sabda Rasulullah disebutkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu yang artinya: "Tahukah kamu apakah ghibah atau menceritakan aib orang lain itu? Maka para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan: Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci? Maka ada sebagian sahabat yang bertanya: Beritahukan kepada kami, bagaimana jika yang saya katakan ada padanya? Beliau nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Jika yang kamu katakan ada padanya, maka kamu telah berbuat ghibah, dan jika tidak ada padanya apa yang kamu katakan maka kamu telah berdusta padanya (HR Muslim).

Dan seseungguhnya mereka yang membicarakan aib dari saudaranya sendiri maka akan mendapatkan siksa dari Allah SWT yang dijelaskan dalam hadist Rasulullah dimana Rasulullah bersabda: Dari Anas radhiyallahu, ketika aku (Rasulullah) dinaikkan (mi'raj), aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku dari kuningan, mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka sendiri, maka aku (Rasulullah) berkata: Siapa mereka itu, wahai Jibril? Maka Jibril pun menjawab: Mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia (membicarakan aib) dan menyentuh kehormatan mereka" (HR Abu Daud).

Dari di atas terdapat kita dapat mengambil pengertian bahwa haram bagi seorang muslim untuk membunuh, memakan harta, atau melecehkan kehormatan muslim lainnya dengan cara yang tidak dibolehkan dalam syariat. Menceritakan aib orang lain adalah termasuk dosa besar dan termasuk maksiat yang paling tersebar dikalangan kaum muslimin. Dan mereka menganggap remeh permasalahan ini sehingga mereka tidak memungkiri perbuatan tersebut jika terjadi dihadapan mereka.

Sekarang setelah mmengetahui hal tersebut, masihkah kalian membuka buka aib saudara kita?
Semoga Allah mengampuni dosa dan perbuatan kita semua.
Aamiin ya Rab.